-

Indonesia | English_
 Link
» ILO
» ASPEK Indonesia
» Menaker
 Editorial
» isi editorial ..
 Labour Promo  


 Kalender  
SEPTEMBER 2010
M
S
S
R
K
J
S



1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30


[ B E R I T A ]

Aksi Buruh Akan Direkam

Jakarta : Sejumlah kameramen akan disebar pada titik-titik tertentu di wilayah Jakarta saat aksi peringatan hari buruh 1 Mei 2006. "Aparat akan merekam aksi buruh dari awal sampai akhir," jelas Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, usai Musyawarah Pimpinan Daerah membahas antisipasi aksi buruh, di Balai Kota, Kamis (27/4).

Sutiyoso menegaskan, aparat kemananan tidak akan segan-segan memproses secara hukum terhadap perorangan atau kelompok yang berbuat anarkis pada aksi itu. Selain itu, aparat keamanan juga akan diisebar di sepanjang rute aksi. Langkah itu, kata dia, dilakukan untuk mencegah terulangnya tindakan perusakan sejumlah sarana prasarana publik saat aksi buruh tanggal 5 April lalu.

Untuk mengamankan aksi buruh tanggal 1 Mei itu, jelas Sutiyoso, telah dipersiapkan aparat keamanan gabungan sebanyak 21 ribu personel. Rinciannya, 12 ribu personel dari Polda Metrojaya, 5 ribu dari TNI semua angkatan, dan 4 ribu personel dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Ditambah unsur dari masyarakat," katanya. Gelar pasukan pengamanan tersebut akan dilakukan hari Jumat (28/4) di Monas. "Cek personel dan kesiapan," kata Sutiyoso.

Sutiyoso mengatakan, pihaknya menghargai perjuangan para buruh dengan cara demonstrasi, sepanjang aksi yang dilakukan berlangsung damai, tertib, tidak anarkis, dan tidak menimbulkan rasa takut bagi masyarakat. "Masyarakat juga tetap bekerja seperti biasanya," dia mengimbau.

Keamanan DKI Jakarta sebagai ibu kota negara, Sutiyoso menegaskan, merupakan harga mati. "Keamanan ibu kota adalah barometer keamanan nasional," ujarnya. Apabila keamanan ibu kota terganggu, kata dia, akan berimbas ke daerah dan sektor lain. Sebab itu, kata dia, tidak
ada kompromi untuk menjaga kemananan daerah Jakarta.

Ditanya kemungkinan perintah tembak di tempat aksi berkembang menjadi anarkis, Sutiyoso tidak menjawab tegas. "Ada mekanismenya," jawabnya. Dia menjelaskan, penanganan pertama dilakukan oleh aparat kepolisian. Apabila pihak kepolisian sudah tidak sanggup, baru
diserahkan ke militer. "Kalau militer sudah
dilibatkan, tak ada kompromi lagi, hanya bedil yang dibawa, kami harap tidak terjadi seperti itu," tukasnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani menjamin, pengamanan aksi buruh tanggal 1 Mei itu akan dilakukan dengan cara persuasif. Aparat yang bertugas tidak akan akan dilengkapi dengan persenjataan sebagaimana yang biasa digunakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa.

"Baik senjata, gas air mata, sampai tongkat," ujarnya sebelum rapat Muspida.

Aksi buruh tersebut, lanjut Firman, juga tidak akan dibubarkan sebelum usai. Selain itu, peserta aksi dari luar daerah juga diizinkan masuk. Syaratnya, harus
menyertakan surat-surat yang menyatakan keanggotaannya sebagai serikat buruh dari daerah asal. Kebebasan itu pun dengan catatan jika Jakarta dinilai belum penuh. "Kalau sudah penuh, maka kita akan tahan agar tidak
masuk terus menerus," tambahnya.

Kepala Dinas Tramtib dan Linmas DKI Jakarta Harianto Badjoeri menambahkan, pengerahan aparat dari Pemerintah Provinsi bersifat memback-up pihak kepolisian. Personel tersebut akan dikonsentrasikan di wilayah Jakarta Pusat, tepatnya pada sejumlah titik-titik rawan seperti Jalan Medan Merdeka Selatan, Medan Merdeka Barat, Medan Merdeka Utara, kawasan Sudirman-Thamrin, serta Monas. "Kawasan itu masuk dalam ring satu, ada kantor presiden dan wakil presiden, juga kantor kedutaan besar negara lain," jelasnya. harun mahbub

Daftar berita Lainnya
» Ribuan Buruh Rokok di Kudus Tolak Jamsostek
» JICT Lumpuh, 300 Karyawan Demo & Mogok Kerja
» PKS Buat Kontrak Politik Dengan Buruh
» Saatnya Jamsostek Bersalin Rupa ( Sistem Wali Amanat Jawabannya )
» Tolak SKB 4 Menteri, Buruh Jebol Pagar Kantor Walikota Tangerang
Word example

Home
| Artikel | Buku Tamu | Profil | Galeri


copyright©media-buruhindonesia.com-2008